Cerdasnya Aa Gym Gabung DBS: Dilema MLM, Money Game, Arisan Berantai, atau CRP

“Berikut adalah tulisan beberapa waktu lalu”

Saya tahu Agym memang cerdas. Di sela-sela kesibukannya yang padat saat itu, ia menyempatkan belajar matematika dengan saya. Tetapi, tentu sangat sulit mencari waktu luang bagi Agym untuk belajar matematika dengan saya.

Bagi saya, sikap Agym yang mau belajar itu menunjukkan bahwa dirinya adalah orang yang memiliki pemikiran terbuka – mau belajar dari siapa pun, termasuk belajar kepada saya yang baru saja menyelesaikan studi di ITB.

Mengapa Agym berminat belajar matematika kepada saya?

Tentu Agym memiliki alasan yang kuat. Saat itu, saya bersama-sama dengan beberapa tim dari DT (Daarut Tauhiid) menyusun sebuah Training Quantum. Salah satu materi itu adalah matematika kreatif quantum. Program Quantum ini ternyata sukses di DT.

Banyak santri DT dan jamaah DT yang memperoleh manfaat dengan belajar matematika kreatif Quantum. Tampaknya berita ini sampai kepada Agym. Itulah salah satu yang membuat Agym berminat belajar matematika kreatif Quantum.

Masalah waktu belajar, Agym sendiri yang berhasil menemukan solusinya. Agym mengusulkan belajar sehabis sholat subuh. Habis subuh, biasanya tidak banyak tamu. Tapi kami tidak bisa langsung belajar matematika setelah sholat subuh karena Agym harus siaran radio dulu dari jam 5 subuh sampai mendekati jam 6. Setelah siaran radio itulah kami belajar bersama tentang matematika kreatif.

Saat itu saya memang bekerja sebagai guru matematika – saat ini juga sih masih tetap guru matematika.

Dari proses belajar dan mengajar Agym saya tahu Agym adalah orang yang cerdas. Ia cepat menangkap maksud dari suatu persoalan. Ia sering melontarkan beberapa pertanyaan dengan kritis.

Proses belajar sehabis subuh itu berlangsung beberapa kali. Tentu Agym telah memperoleh banyak kemajuan.

Beberapa waktu kemudian, Agym semakin populer dengan mengisi acara di TV. Belajar matematika sehabis subuh tidak dapat dilanjutkan lagi.

Beberapa tahun kemudian…(kira-kira 7 tahun berlalu)
DT semakin melejit…lalu kita tahu ada isu poligami…kita tahu akhir dari cerita itu.

Beberapa bulan lalu, Agym bergabung dengan DBS (Duta Business School). Tentu ini mengagetkan bagi saya. Apa saja pertimbangan Agym bergabung dengan DBS?

Tentu saya kaget karena DBS sedang penuh pro-kontra seputar bisnis MLM, money game, arisan berantai, CRP, bisnis haram atau lainnya.

Saya tahu, Agym sebagai orang yang cerdas dan kapasistasnya sebagai panutan banyak orang, pasti punya pertimbangan khusus. Berikut ini adalah pernyataan Agym yang dimuat resmi pada situs DBS:
….

Semoga Usaha Kita ini Penuh Berkah…

Untk mnjadi bagian dari DBS ini memerlukan perjalan yg panjang dan berliku… diawali dengan keingintahuan ttg status DBS dlm pandangan hukum islam, sesudah mendengar langsung dari pimpinan DBS, lalu membaca fatwa MUI kodya Bdg, diskusi bersama Prof.DR.KH.Miftah Faridl ketua MUI Bdg, dilanjutkan diskusi bersama DR.Syafii Antonio yg kita kenal sbg pakar ekonomi syariah, maka diputuskan bergabung.

Dgn niat sbg upaya mmbantu mmbuka lapangan kerja bg masyarakt luas dlm situasi ekonomi yg sdng sulit, mmbantu membina agr member smkin mningkat keimanannya dan bersinergi utk mmberdayakn dhuafa dg zakat infak shodaqoh. Bagi siapapun yg akn brgabung, silakan luruskan niat, dan jalani dg sungguh2 dijalan Allah SWT dan bila sdh dititipi rizki berbagilah dengan sesama. Terimakasih. -Abdullah Gymnastiar DBS1302960-

….

Mari berasumsi bahwa Agym jujur dengan pernyataan di atas. Saya berharap Agym memang jujur dalam hal ini. Saya sendiri lebih percaya bahwa Agym memang jujur.

Pernyataan Agym di atas bagaikan pedang. Pedang dapat kita gunakan untuk memotong kayu sebagai alat bantu manusia. Tetapi pedang juga bisa dipakai orang untuk melawan kemanusiaan.

Pertama, pernyataan Agym di atas langsung dimanfaatkan oleh DBS untuk menggenjot pemasaran DBS. Tentu ini adalah langkah yang sah bagi DBS.

Pertanyaannya adalah apakah DBS merupakan bisnis yang bermanfaat bagi kemaslahatan ummat? Jika demikian, kita harus mendukung DBS dan mendukung Agym – tentu bagi yang bersedia saja.

Tetapi jika DBS ternyata adalah money game atau jenis bisnis yang curang maka kita, sebagai masyarakat, harus saling bahu-membahu menyelamatkan bangsa dari jurang kehancuran tersebut.

Bagaimana pun, menurut saya, DBS adalah aset nasional. Hanya dalam waktu kurang dari 2 tahun, DBS telah berhasil mengumpulkan member (anggota) lebih dari 2 juta. Menakjubkan…!

Jadi seandainya DBS salah, misal ternyata DBS adalah money game, maka menurut saya DBS tidak perlu dihancurkan. Tetapi DBS perlu mendapatkan pembinaan dari masyarakat – atau negara. DBS masih muda. Masih banyak peluang untuk sukses sebagai aset bangsa. Semoga!

Mari kembali kepada kecerdasan Agym. Menurut saya, Agym sangat cerdas melontarkan pernyataanya.

“…lalu membaca fatwa MUI kodya Bdg, diskusi bersama Prof.DR.KH.Miftah Faridl ketua MUI Bdg, dilanjutkan diskusi bersama DR.Syafii Antonio yg kita kenal sbg pakar ekonomi syariah, maka diputuskan bergabung. “

Seakan-akan pernyataan Agym di atas menunjukkan:
1. fatwa MUI mendukung DBS
2. KH Miftah Faridl mendukung Agym gabung DBS
3. DR Syafii Antonio mensahkan DBS secara syariah
4. diputuskan bergabung; semua pihak memutuskan agar Agym gabung DBS.

Tetapi semua hal di atas hanyalah seakan-akan. Dengan cara yang sama seseorang juga dapat menyimpulkan dari pernyataan di atas (seakan-akan):

1. Agym membaca fatwa MUI dan tidak ada dukungan MUI terhadap DBS.
2. Agym berkonsultasi dengan Miftah Faridl dan Miftah Faridl melarang Agym gabung DBS.
3. Agym berdiskusi dengan DR Syafii Antonio dan DR Syafii melarang Agym gabung DBS.
4. diputuskan bergabung DBS, atas inisiatif pribadi Agym saja.

Dua macam kesimpulan yang saling bertentangan di atas sama kuatnya. Mana yang benar? Tentu Agym yang lebih tahu.

Dalam hal ini Agym mungkin saja tidak bohong, dia orang yang jujur. Dia hanya belum mengungkapkan fakta secara lengkap. Bila kemudian hari, Agym memberi pernyataan yang lebih lengkap, menurut saya itu lebih baik bagi kebaikan kita semua.

Mari kita bersatu, saling tolong-menolong dalam kebenaran…!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…

Advertisements

Tuliskan komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s